Tanggal 4 Juli
2014 adalah hari buka bersama bareng teman-teman kamar 105 atau nama lain yang
kita bikin waktu diasrama itu “Sasoma”. Mereka mereka ini adalah keluarga kedua
gue. Hari ini walaupun gak lengkap cuma bertujuh kami mengadakan buka bersama.
Tadinya kita pengen berfoto keluarga tapi sayang personil tidak lengkap.
Kali ini bukan kejadian
hari ini yang bakal gue ceritakan tp bernostalgia dengan semua
kenangan-kenangan 3 tahun terakhir kami bersama. Selama di motor mata gue
berkaca-kaca memandang kedepan dengan pikiran kilas balik tentang mereka semua.
Ahh sedih kalau sudah mengingat kenangan. Enggak terasa sudah sedikit lagi atau
sudah mau habis masa kita teman.
Pertama kali
masuk asrama kesepuluh orang ini yang gue temukan. Di perguruan tinggi yang
dibilang bernaung atas nama kemenkes ini menempatkan kami bersepuluh dalam satu
asrama tua yang entah tahun keberapa Soeharto menjabat sebagai presiden, asrama
ini dibangun. Bayangkan coba sumpeknya kayak apa dan 1 tahun kami harus
mendekam dalam kamar yang kecoanya banyak itu.
Kami bersepuluh
punya watak yang berbeda-beda. Yaa wajarlah kalau kami bersepuluh sulit
menyatukan pendapat. Bahkan sampai buka puasa yang terakhir pun sebagai
mahasiswa kebidanan kami tetap tidak utuh. Walaupun begitu saya banyak belajar
dari 10 kepala ini. Disini kita punya ego masing-masing yang berbeda jadi mau
gak mau harus ada saling pengertian entah itu masalah tidur yang lampunya gak
bisa dimatiin atau dimatiin, belajar yang gak bisa dengerin musik dan bisa
dengerin musik lah. Pokoknya banyak lah hal sepele jadi masalah.
Masih ingat kah
kalian tragedi tambang emas. Ini adalah fenomena luar biasa yang pernah saya
alami yaitu toilet mampet dan emas (maaf feses) mencuat keluar. Berhari hari
kita hidup dengan bau yang menyengat. Makan, tidur, belajar, dan aktifitas lain
kita lewati dengan bau-bau itu. Untungnya mandi masih bisa numpang. Ini salah
satu kenangan yang sampai gue tua gak bakal dilupain. Dibalik kesulitan pasti
tersimpan kenangan yang gak terlupakan.
Itu hanya
segelintir kisah pilu yang kita alamin bareng. Masih ada yang lainnya. Kayak
perlakukan senior yang bikin kita kurang tidur, dewi alerginya kambuh, gue jadi
ngantuk mulu, wulan jadi panas dalem mulu, rofi jerawatan, dan lainnya. Betapa
sengsaranya kita dulu mau jadi bidan aja kayak gini. Tapi sekarang sudah
terlewatin. Sudah habis masanya dan tinggal beberapa hari kita bisa
menghabiskan banyak waktu bersama seperti ini.
Selain hidup
susah bersama kita juga berbagi cerita bersama, berbagi kesedihan bersama,
berbagi makanan bersama, berbagi baju bersama, berbagi buku, bedak, lip ice, eyeliner, hanger, sampai
celana dalem juga gara-gara inisial namanya sama-sama DP. Untung gak berbagi pacar.
Eh…
Oh iya dulu kami
satu kamar adalah penyumbang jomblo terbesar di dunia. Eh gak dunia maksudnya
satu asrama. Bayangkan dari 10 orang hanya 2 orang yang memiliki pacar. Betapa
mirisnya hidup kami. Eh, tapi enggak juga sih dulu saya jomblo tapi bahagia
banget bareng mereka tapi semenjak Negara api menyerang saya tidak bahagia.
Okee fokus, ngomong udah ngelantur.
Rasanya sedih
banget kalo mengulas balik masa lalu. Nanti saat wisuda tiba, waktu bersama
kami habis. Semua terpencar ke daerahnya masing-masing. Enggak ada lagi yang
bawel-bawel mengomentari cara gue memakai deodorant, gak ada lagi yang mau
dandanin gue kalau pergi-pergi, gak ada lagi yang pagi-pagi bangunin bawain
makanan dan bilang “kasdut, gue bawa makanan kesukaan lo nih” dan seketika itu
juga gue langsung bangun karna denger kata makanan. Mereka semua tau bahwa
orang yang paling doyan makan itu gueee. Yaa nanti enggak ada lagi teman
menggalau, teman cerita, teman rame-ramean. Dan enggak ada lagi orang-orang
seperhatian kalian yang gue anggap kayak kakak sendiri.
Teman, waktu kita
tinggal sedikit lagi untuk menghabiskan waktu bersama. Aku, kamu, kalian, kita,
masing-masing sudah tau seluk beluk sifat, kebiasaan, dan isi hati
masing-masing. Kadang suka mikir nanti kalau sudah kerja bisa gak ya ketemu
orang aneh-aneh ini lagi. Bisa gak ya menemukan orang seasyik dan sekeren
kalian. Bisa gak ya menemukan rasa nyaman senyaman bersama kalian. 3 tahun
selalu bersama setiap bangun ngeliat kalian, mau ke kamar mandi liat kalian,
mau kuliah ketemu kalian, bahkan sebelum tidurpun muka kalian yang gue liat.
Nanti saat kita
mengejar karir masing-masing sempatkanlah waktu sejenak untuk saling menyapa,
kalau bisa bertatap muka. Saling bercerita tentang kehidupan kalian tanpa kita
bersama. Sharing tentang pengalaman kalian disana. Sharing tentang
masalah-masalah kebidanan atau bernostalgia menceritakan pengalaman kita
bersama. Setidaknya sempatkanlah waktu sejenak, luangkan waktu kalian nanti
ditengah kesibukan kalian.
Tinggal sedikit lagi
waktu kita bersama teman, semoga sukses dengan karirnya masing-masing.
Beruntung banget bisa kenal kalian.. kalian keluarga kedua gue. Terima kasih
untuk kenangan manisnya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar