Jumat, 15 Agustus 2014

Tinggal Beberapa Hari Kita Menghabiskan Waktu Bersama




Tanggal 4 Juli 2014 adalah hari buka bersama bareng teman-teman kamar 105 atau nama lain yang kita bikin waktu diasrama itu “Sasoma”. Mereka mereka ini adalah keluarga kedua gue. Hari ini walaupun gak lengkap cuma bertujuh kami mengadakan buka bersama. Tadinya kita pengen berfoto keluarga tapi sayang personil tidak lengkap.

Kali ini bukan kejadian hari ini yang bakal gue ceritakan tp bernostalgia dengan semua kenangan-kenangan 3 tahun terakhir kami bersama. Selama di motor mata gue berkaca-kaca memandang kedepan dengan pikiran kilas balik tentang mereka semua. Ahh sedih kalau sudah mengingat kenangan. Enggak terasa sudah sedikit lagi atau sudah mau habis masa kita teman.

Pertama kali masuk asrama kesepuluh orang ini yang gue temukan. Di perguruan tinggi yang dibilang bernaung atas nama kemenkes ini menempatkan kami bersepuluh dalam satu asrama tua yang entah tahun keberapa Soeharto menjabat sebagai presiden, asrama ini dibangun. Bayangkan coba sumpeknya kayak apa dan 1 tahun kami harus mendekam dalam kamar yang kecoanya banyak itu.

Kami bersepuluh punya watak yang berbeda-beda. Yaa wajarlah kalau kami bersepuluh sulit menyatukan pendapat. Bahkan sampai buka puasa yang terakhir pun sebagai mahasiswa kebidanan kami tetap tidak utuh. Walaupun begitu saya banyak belajar dari 10 kepala ini. Disini kita punya ego masing-masing yang berbeda jadi mau gak mau harus ada saling pengertian entah itu masalah tidur yang lampunya gak bisa dimatiin atau dimatiin, belajar yang gak bisa dengerin musik dan bisa dengerin musik lah. Pokoknya banyak lah hal sepele jadi masalah.
Masih ingat kah kalian tragedi tambang emas. Ini adalah fenomena luar biasa yang pernah saya alami yaitu toilet mampet dan emas (maaf feses) mencuat keluar. Berhari hari kita hidup dengan bau yang menyengat. Makan, tidur, belajar, dan aktifitas lain kita lewati dengan bau-bau itu. Untungnya mandi masih bisa numpang. Ini salah satu kenangan yang sampai gue tua gak bakal dilupain. Dibalik kesulitan pasti tersimpan kenangan yang gak terlupakan.

Itu hanya segelintir kisah pilu yang kita alamin bareng. Masih ada yang lainnya. Kayak perlakukan senior yang bikin kita kurang tidur, dewi alerginya kambuh, gue jadi ngantuk mulu, wulan jadi panas dalem mulu, rofi jerawatan, dan lainnya. Betapa sengsaranya kita dulu mau jadi bidan aja kayak gini. Tapi sekarang sudah terlewatin. Sudah habis masanya dan tinggal beberapa hari kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama seperti ini.

Selain hidup susah bersama kita juga berbagi cerita bersama, berbagi kesedihan bersama, berbagi makanan bersama, berbagi baju bersama, berbagi buku,  bedak, lip ice, eyeliner, hanger, sampai celana dalem juga gara-gara inisial namanya sama-sama DP. Untung gak berbagi pacar. Eh…

Oh iya dulu kami satu kamar adalah penyumbang jomblo terbesar di dunia. Eh gak dunia maksudnya satu asrama. Bayangkan dari 10 orang hanya 2 orang yang memiliki pacar. Betapa mirisnya hidup kami. Eh, tapi enggak juga sih dulu saya jomblo tapi bahagia banget bareng mereka tapi semenjak Negara api menyerang saya tidak bahagia. Okee fokus, ngomong udah ngelantur.

Rasanya sedih banget kalo mengulas balik masa lalu. Nanti saat wisuda tiba, waktu bersama kami habis. Semua terpencar ke daerahnya masing-masing. Enggak ada lagi yang bawel-bawel mengomentari cara gue memakai deodorant, gak ada lagi yang mau dandanin gue kalau pergi-pergi, gak ada lagi yang pagi-pagi bangunin bawain makanan dan bilang “kasdut, gue bawa makanan kesukaan lo nih” dan seketika itu juga gue langsung bangun karna denger kata makanan. Mereka semua tau bahwa orang yang paling doyan makan itu gueee. Yaa nanti enggak ada lagi teman menggalau, teman cerita, teman rame-ramean. Dan enggak ada lagi orang-orang seperhatian kalian yang gue anggap kayak kakak sendiri.

Teman, waktu kita tinggal sedikit lagi untuk menghabiskan waktu bersama. Aku, kamu, kalian, kita, masing-masing sudah tau seluk beluk sifat, kebiasaan, dan isi hati masing-masing. Kadang suka mikir nanti kalau sudah kerja bisa gak ya ketemu orang aneh-aneh ini lagi. Bisa gak ya menemukan orang seasyik dan sekeren kalian. Bisa gak ya menemukan rasa nyaman senyaman bersama kalian. 3 tahun selalu bersama setiap bangun ngeliat kalian, mau ke kamar mandi liat kalian, mau kuliah ketemu kalian, bahkan sebelum tidurpun muka kalian yang gue liat.

Nanti saat kita mengejar karir masing-masing sempatkanlah waktu sejenak untuk saling menyapa, kalau bisa bertatap muka. Saling bercerita tentang kehidupan kalian tanpa kita bersama. Sharing tentang pengalaman kalian disana. Sharing tentang masalah-masalah kebidanan atau bernostalgia menceritakan pengalaman kita bersama. Setidaknya sempatkanlah waktu sejenak, luangkan waktu kalian nanti ditengah kesibukan kalian.

Sekiranya ditulisan ini hanya sedikit kenangan yang gue ulas tapi gak mungkin juga semua gue tumpahkan dalam tulisan disni. Terlalu banyak kenangan kita. Setidaknya kita menyimpan semua kenangan itu di otak kita masing-masing yang sewaktu-waktu nanti kalau kumpul lagi bisa kita ceritakan lagi. 

Tinggal sedikit lagi waktu kita bersama teman, semoga sukses dengan karirnya masing-masing. Beruntung banget bisa kenal kalian.. kalian keluarga kedua gue. Terima kasih untuk kenangan manisnya..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar