Rabu, 11 Februari 2015

Pelantun Senyap

kudapati malam begitu menggoda
bisik angin disepertiga malam mengundang pengaduan
antara aku dan Dia

aku tertunduk mengemis haru
meminta pertolongan atas kekosongan
meminta ampun atas kehinaan diri

kusisipkan nama yang selalu setia
kusampaikan rindu padaMu untuk sosok yang tiada
hingga lepas semua tangis

senyap tapi ramai menggema
berharap aduan terdengar hingga diatas langit ke tujuh
dan harapan kembali membumbung

jenuh, mengikuti detik yang berlari tanpa tunggu
pikiran penuh tapi tangan kosong
mungkin hati lupa bersyukur

kumohon, bangunkan hati yang futur ini
bangkitkan lagi semangat yang padam
sampai waktu tidak bergerak lagi