Rabu, 11 Februari 2015

Pelantun Senyap

kudapati malam begitu menggoda
bisik angin disepertiga malam mengundang pengaduan
antara aku dan Dia

aku tertunduk mengemis haru
meminta pertolongan atas kekosongan
meminta ampun atas kehinaan diri

kusisipkan nama yang selalu setia
kusampaikan rindu padaMu untuk sosok yang tiada
hingga lepas semua tangis

senyap tapi ramai menggema
berharap aduan terdengar hingga diatas langit ke tujuh
dan harapan kembali membumbung

jenuh, mengikuti detik yang berlari tanpa tunggu
pikiran penuh tapi tangan kosong
mungkin hati lupa bersyukur

kumohon, bangunkan hati yang futur ini
bangkitkan lagi semangat yang padam
sampai waktu tidak bergerak lagi

Sabtu, 06 September 2014

Bermalam Bersama Anak Jalanan

hari ini saya pake kaos sahabat anak yang warnanya tuh cetar membahana banget. orange mba brooo. jadi inget pengalaman jadi volunteer sahabat anak 1 tahun lalu di bulan agustus dan tahun ini gak terpilih sebagai volunteer. T-T. pengalamannya luar biasa banget ini. baru kali ini melihat dunia anak jalanan.

sahabat anak itu kayak suatu organisasi yang bergerak melindungi anak-anak jalanan gitu. ada kumpulan orang-orang yang peduli dengan nasib anak-anak jalanan yang semakin banyak di ibukota. bagaimana nasib anak jalanan ini? bisa kalian lihat di ibukota jakarta bagaimana kondisi anak-anak jalanan disana. banyak dari mereka yang tidak sekolah atau berhenti sekolah ditengah jalan padahal sekarang sekolah sudah gratis sampai SMA. mereka hanya memikirkan bagaimana bisa dapet uang dan disetor ke orang tua mereka untuk menyambung hidup kedepannya. nahh sahabat anak ini ingin menghentikan nasib mereka yang semakin menyedihkan ini.

berawal dari temen saya aida yang suka nyari info-info gitu tentang jadi volunteer dan dia sering di tag kalau ada kegiatan sosial begitu. mumpung liburan jadi saya ikut menjadi volunteer. setelah melakukan briefing dan saya kebagian jadi pendamping anak jalanan di kota tua jadi saya berkumpul dengan mereka mereka yang rata-rata sudah kerja dan mereka ternyata aktif ngajar anak jalanan disekitar kota tua. wahh denger itu saya semakin excited denger cerita mereka. kalau di kota tua ada kelas setiap minggu siang dan mereka mengajar apapun itu entah bahasa inggris, matematika, menggambar, menulis dan lain-lain.

kegiatan ini ditujukan biar anak-anak jalanan disekitar sana bisa tetap menimba ilmu dan menjadikan belajar itu hal yang menyenangkan, dan menanamkan mereka bahwa untuk meningkatkan derajat mereka harus dengan menuntut ilmu. disanan juga ada kakak-kakak yang dulunya anak jalanan dan mereka sekarang menjadi orang sukses. ada yang dapet beasiswa kuliahnya. ada jga yang kerja diperhotelan. mereka semua ikut menjadi panitia dan pendamping. kalau saya hanya menjadi pendamping saat hari H saja.

setelah perkenalan dan bertemu kelompok pendamping perwilayah masuklah saat hari H. saya memutuskan untuk berangkat bersama dengan kakak-kakak di kota tua dan itu malamnya saya menginap di lapangan terbuka di depan museum fatahillah. ini kali pertamanya saya tidur di jalanan. pas denger kakak-kakaknya yang bilang. "nanti kita tidur dijalanan kak bareng anak-anak ngapar, kakak gak apa-apa?". seketika saya shock dengernya. tidur dijalanan???. seumur umur belum pernah tidur di jalanan. saya berusaha stay cool saat itu biar keliatan biasa merakyat jadi yaudah ikutan aja. tadinya mereka ngasi alternatif lain kalau mau tidur di tempat mengajar sahabat anak grogol. kalau disana mereka juga kumpul dan tidur dalam ruangan. tapi dari pada misah dan saya kenal mereka doang yaudah ikutin aja. ini kalau ibu saya tau saya bisa dipepes.

oke akhirnya dengan tas ransel yang besar udah kayak mau naik gunung sama perlengkapan kemah saya kucluk kucluk bertiga sama kakak siapa gitu namanya lupa dari museum BRI menuju museum fatahillah. sampai sana masih sore tuh menjelang mghib dan nyampe sana kita udah disambut anak-anak jalanan disana. buanyaaaaak banget anak-anak kecil. ini kedua kalinya saya ke museum fatahillah pas itu pertama kali lagi puskesmas keliling. dan anak-anak ini semua langsung hebring nanyain saya siapa. "kakak baru ya? siapa kak namanya?". ngeliat mereka menyambut saya dengan heboh saya senang banget. ini lah kenapa saya suka sama anak kecil mereka periang. rasanya bebas banget jadi mereka.

hal pertama ketemu mereka adalah perkenalan diri. oke semua anak-anak sejauh ini suka dengan saya. banyak yang berebut rebut curhat tadi ngapain aja, ada yang ngajak main dorong dorong kotak box yang suka buat jualan itu, ada yang kepo nanyain tentang saya, dan ada yang ngeluh kalau dia sakit. oh iya saya bilang ke mereka kalau saya bidan dan mereka langsung menyerbu saya dengan menunjukkan luka-luka mereka yang mengoreng dan malah masih ada yang basah. karena tadi kakak-kakaknya bawa kotak obat jadilah saya buka lapak buat ngobatin mereka. haduuuuh.

luka mereka gak terawat banget deh. sedih ngeliat mereka yang badannya dekil-dekil, kecil-kecil, lukanya pun ikut dekil, gak pake sendal sampai kakinya hitam kapalan semua. mukanya numpuk kerak ingus semuaaa. aduh itu orang tuanya ngapain aja kali ya kerjaannya. sedih banget liatnya. ada yang lukanya gak sembuh-sembuh sampai bolong gitu. ngobatin dan ngebersihin mereka aja sampai habis satu botol alkohol. plester juga abis dijadiin mereka mainan. ahh sedih deh kalau ngeliat hidup mereka yang jauh banget dengan saya yang orang tua saya selalu menjaga saya bersih.

ada satu anak namanya saya lupa dia umurnya 4 tahun tapi badannya kecil, ngomongnya juga belum lancar dan dia selalu ngajak saya main dorong-dorongan. awal-awal mah seneng aja saya tapi lama kelamaan capek pinggang encok ngebungkuk sambil narik-narik itu kardus. tapi saya senang main dengan mereka. ada yang minta gendong mulu. minta dipangku dan lain-lain. ada yang malah rumpi-rumpi dia pacaran sama ini itu dan berantem lah. halloooo saya jomblo dan saat itu umur saya 19 tahun. lah mereka? rata-rata dibawah 10 tahun. itu membuat hati saya teriris. -.- oke lebay. 

selama saya main dengan mereka sampai menjelang malam ternyata saya ditinggal oleh dua pasang kakak-kakak itu yang ternyata mereka menjalin kasih. *miris* disana saya juga mengamati sekitar saya dan ya Allah.. baru kali itu saya ngeliat di mana-mana anak kecil dan kerjaan mereka joget joget nyanyi lagu alay di depan pengunjung yang duduk-duduk santai disana. uangnya itu disawe setelah mereka joget. itu anak kecil lhooo. disaat mereka harusnya main-main eh mereka malah nyari duit dengan cara seperti itu. mereka makan satu nasi bungkus isinya telor berdua dan mereka gak cuci tangan padahal tangan mereka ihtam-hitam. sebagai tenaga kesehatan otak saya ngeberotak. ini gak sehat banget.

semakin larut ternyata museum fatahillah semakin ramai. semakin banyak pengunjung yang semakin "aneh". saya sudah diperingati oleh kakak yang jadi panitia "kalau disini jangan kaget yang kalau banyak yang minum-minum, melakukan hal aneh kayak lesbi homo dll ditempat umum, dan joget joget rege sampe subuh". ini saja baru jam 8 malam tapi anak-anak rege udah buanyak banget dan mau mulai konser mereka. anak-anak kecil disana juga ikut-ikutan joget ala rege bareng mereka. pas saya keliling sekitar museum fatahillah emang bener banyak yang "aneh". haduh ini pergaulan macam apa ini baru peratama kali saya lihat sisi lain dunia malam di jakarta.

jam 11 malam saya masih bermain-main dengan anak sekitar dengan mulut menguap, mengamati gemerlap malam anak jalanan dan sambil sms temen saya saking saya takunya sama itu tempat. saya takut di apa-apain disana. tapi kakak-kakaknya bilang gak usah khawatir dan saya disana juga ramean sih. akhirnya kita bentang terpal lebar banget dan kata kakaknya "kita tidur disini sama anak-anak sambil jagain anak-anak biar cepet tidur soalnya mereka biasanya tidur pagi takut besok malah gak semangat". okee ini shock kedua saya. saya tidur di atas terpal, diruang terbuka, banyak nyamuk, tempatnya pun kotor. oke merakyat saa. sekali-kali merasakan berkelana dan berani kotor.

jam 01.00 pagi. bener juga kata kakaknya mereka gak bisa tidur. adanya saya yang ngantuk banget. mereka masih asyik hilir mudik nyanyi-nyanyi rege dan konser regenya pun gak selesai-selesai. semakin malam semakin rame. pelanggannya pun yang numpang duduk dan makan-makan gak ada habisnya. baru pertama kali saya ngeliat tempat kayak begini. jakarta emang tempat dimana orang-orang melek 24 jam =_=. jam segitu saya berusaha tidur sampe berselimutkan koran biar gak digigit nyamuk coba. menghayati banget kan saya?.

jam 02.00 mereka udah mulai banyak yg mau tidur tuh. itu pun dipaksa. ada yang di empok empok dulu. dan lain-lain. sebagian dari mereka ternyata ada yang sekolah juga. rata-rata yang sekolah itu profesi orang tuanya dagang. yang tidak sekeloh biasanya pekerjaan orang tuanya hanya mengemis. sampe subuh jam 05.00 pagi alhamdulillah saya bisa tidur walaupun gak pules-pules banget.

jam 05.00 subuh saya ikut nyari toilet buat cuci muka dan sikat gigi dan cusss dengan kopaja 88 kami berangkat ke bumi perkemahan taman mini dengan 20 orang anak jalanan yang ikut acara tersebut. satu anak didampingin satu pendamping saya dan saya menjadi pendamping anak yang bernama edot. edot ini sangat pendiam gak banyak ngomong dan pemalu. tapi diam-diam selalu mencari saya. :3 soalnya saya yang pegang makanan dia. -_- semua perlengkapan saya juga yang pegang samapai uusan mandi tadinya mau saya mandiin tapi dia malu kayaknya dan udah gede jga sih kelas 5 SD.

oke sudah segitu saja curhatan saya tentang pengalaman saya pertama kali bermalam di jalanan. cerita tentang aktivitas saya jambore di sana tidak saya ceritakan soalnya kepanjangan. dari pengalaman inio saya belajar bahwa saya harus lebih lebih lebih bersyukur lagi. lihat yang mempnyai nasib lebih sulit seperti mereka. dari mana saja kita bisa belajar bahkan dari anak kecil sekali pun. dan ini pemandanganm pertama bahwa jakarta memang punya tempat-tempat yang menyedihkan sekaligus mengerikan. ini pengalaman berharga banget bisa menyaksikan pemandangan itu. 

semoga bermanfaat dan terima kasih :)

Rabu, 03 September 2014

introduce myself

Asslamualaikum wr.wb.
setelah postingan yang kesepuluh saya ingin memperkenalkan diri sendiri. oke ini udah telat banget dan gak penting sih -,-. judulnya pake bahasa inggris biar keren dikit lah.. padahal isinya bahasa indonesia semua.

oke my name is kasa henita. biasa dipanggil kasa, atau waktu SD dipanggil oneng, waktu SMP dipanggil sahe, waktu SMA alhamdulillah nama asli kasa karena dulu selalu berkumpul dengan orang-orang soleh dan soleha jadinya mereka menghargai nama saya yang indah nan aneh ini, atau bisa juga dipanggil doris soalnya waktu kuliah di asrama saya sering nyanyi nyanyi gak jelas layaknya ikan bernama doris di film nemo.

akhir-akhir ini ditengah ke"nganggur"an saya, saya mulai ngeblog lagi. sebelumnya pernah ngeblog waktu transisi antara SMA dan kuliah, sama kayak sekarang transisi dari kuliah menuju kerja. blog sebelumnya lupa password dan username jadi saya buat baru deh.. untuk mengisi kehampaan saya ini jadi saya mencari kesibukkan nulis selain nyapu ngepel di rumah. -,-

saya adalah seorang bidan yang baru banget lulus di kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta III bertempat di harapan kita tapi sekarang di bekasi semua yang katanya terdepan dalam kualitas. menjadi bidan bukan cita-cita utama saya. cita-cita saya dari kecil adalah sebagai tenaga kesehatan dan bidan menjadi pilihan yang menurut saya paling cocok buat saya yang suka sama anak kecil tapi kadang malah di bully anak kecil T-T

saya sangat pemalu, pemalu diawal tapi kalau udah lama malu-maluin. suka nonton drama korea,  baca novel-novel fiksi ataupun buku motivasi tapi kadang jarang sampai habis soalnya kalau baca udah terpotong jadi males mau lanjutinnya. suka sekali tidur karena saat kuliah tidur hal yang sangat didamba. -__- suka makan juga, apapun makanannya yang penting gratis. *lho? pokoknya saya omnivora deh. suka banget sama eskrim, moodbooster banget deh ituu.  suka ngelawak tapi seringnya jayus. yaa namanya juga usaha membuat orang lain bahagia. saya senang bisa bikin orang ketawa soalnya saya juga bisa tertawa jadinya simbiosis mutualisme.

yaudah segitu aja perkenalannya semoga bisa terbayang wujud rupa saya seperti apa dan bisa menikmati segala macam postingan aneh saya yang campur aduk kadang curhat, kadang melow, kadang puisi, kadang cerpen, kadang lucu, kadang sedih, kadang tentang motivasi, kadang tentang kebidanan, semuanya akan saya tumpahkan disini. gak semuanya sih.. 

okee sekian dan terima kasih..
wassalamualaikum wr wb



menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga?

hari ini saya ingin membahas sebuah pilihan yang pasti semua wanita memikirkan ini. obrolan sesama temanpun sekarang berubah menjadi kapan menikah, pilih suami bagaimana, kerja apa, mau menikah umur sekian, mau punya anak berapa, dan lainnya. wajar sih kalau perempuan membicarakan ini karena umur 20+ itu pasti pikirannya mengarah kesana.

umur yang sudah kepala dua bagi wanita itu ancang-ancang untuk bagaimana membangun rumah tangga. sekarang-sekarang ini juga saya sering membaca blog-blog orang tentang mengurus atau mendidik anak yang baik seperti apa. entah kenapa saya mulai tertari dengan hal-hal seperti itu. apalagi profesi saya yang keibuan. jadi saya seperti diarahkan untuk menjadi ibu yang baik. apa terlalu tua ya bacaan saya? -.-

kali ini saya dibingungkan untuk memilih apakah mau jadi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga yang baik. dari awal saya kuliah saya memilih sebagai tenaga kesehatan, lebih tepatnya sebagai bidan, kenapa?. karena saya pikir nanti pekerjaannya tidak terlalu berat yang setiap hari berangkat subuh pulang sore. bekerja seperti itu resikonya adalah ada yang terlantar yaitu keluarga. saya tidak mau seperti itu. kalau jadi bidan saya bisa kerja di rumah tapi nyatanya waktu libur itu minim sebagai tenaga kesehatan. tanggal merah aja masih masuk. tapi saya suka menjadi bidan.

semenjak magang di RSUD tangerang saya semakin cinta dengan profesi saya. saya suka melakukan tindakan-tindakan itu seperti menolong persalinan, heacting, suction, dan yang lainnya. semakin hari semakin ngerasa cinta banget sebagai bidan. padahal tahun kemarin sampe nangis-nangis gak mau jadi tenaga kesehatan gara-gara suatu tragedi. karena sudah semakin ngerasa nyaman, keinginan saya untuk kuliah dan kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi semakin menjadi.

sekarang saya ingin berkarir tapi tetap saya tidak mau nanti kehilangan momen-momen berharga pertumbuhan anak saya. *haduh lebay*. apalagi nanti sebagian watu anak saya bukan dihabiskan banyak bersama saya. atau nanti anak saya akan lebih dekat dengan pembantu. ahh itu yang saya paling tidak mau. tapi saya ingin tetap berkarir. tetap ingin ada suatu pekerjaan diamana saya bisa mengabdi buat masyarakat banyak seperti di tv tentang pengabdian bidan.

pernah suatu hari saya berkumpul dengan teman SMP saya. teman saya mengatakan kalau melihat ibu-ibu perkantoran yang kalau jam pulang semua buru-buru pulang takut anaknya belum makan atau ada anak yang masih ASI, temen saya tidak mau jadi wanita kantoran yang sesibuk itu sampai anaknya terlantar. kerjapun jadi tidak konsentrasi karna memikirkan anak di rumah yang masih kecil. saya mendengarnya jadi mikir nanti kalau kerja seperti itu bagaimana anak saya yaa. teman saya malah gak mau kerja disitu. dia ingin bisa mengurusi keluarganya nanti tapi tidak telalu sibuk. sekarang mumpung jadi mahasiswa dia ikut kegiatan sana-sini, organisasi sana sini biar masa mudanya tidak penasaran katanya.

nahh saya juga berpikir seperti itu. ingin berkarir tapi tidak menghabiskan banyak waktu untuk berkarir. mungkin porsinya lebih banyak untuk keluarga. bukannya pendidikan awal seorang anak itu dari ibunya? jika ibunya saja sibuk dengan karirnya, siapa yang akan memberikan pendidikan yang paling pertama pada anak-anaknya? ahh saya tidak mau kalau anak saya nanti mempelajari sesuatu yang tidak baik sejak kecilnya misal dai pembantu. anak-anak kan mudah menirukan kebiasaan oang disekitarnya. jika ibu dan ayahnya orang paling terdekat dan yang paling sering dilihat memberikan contoh yang baik, anak tersebut pun akan menirunya.

ini terjadi pada aya saya yang dulunya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan semua urusan anak-anaknya lebih banyak ibu saya yang mengurus. sekarang dimasa pensiun ayah saya, komunikasi dengan anaknya tidak baik. ade saya lebih banyak mendengarkan ibu saya. saya pun juga seperti itu. walaupun saya baru baru ini sadar kalau penyebabnya karna itu. seharusnya dalam keluarga peran orang tua itu harus seimbang. oleh karna itu kita yang masih muda-muda nih harus banyak belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik sejak dini.

saya mungkin lebih ingin menjadi ibu yang baik tapi tetap bisa berkarir. tapi apapun pilihannya berkarir tau menjadi ibu rmah tangga setidaknya kita harus punya banyak ilmu sebagai orang tua kelak nanti. sehingga masalah yang pernah di alami dalam keluarga yang salah tidak terulang lagi. apalagi seorang ibu, kita harus memiliki banyak ilmu, baik ilmu pengetahuan umum, ilmiah, agama, kehidupan, dan yang lainnya. mempersiapkan diri untuk lebih bijak dan lainnya.

teman saya pernah berkata namanya yuyun, orangnya alim sekali. yuyun bilang "kita semua adalah calon ibu, anak pertama kali belajar dari ibunya jadi kita harus banyak belajar bagaimana menjadi oang tua yang baik" dan tambahannya "menikah itu persiapannya bukan minggu depan menikah baru belajar jadi orang tua tapi mulai sejak dini kita mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik biar nanti bisa mencetak anak-anak yang soleh dan soleha". subhanallah memang teman saya yang satu ini semakin lama semakin bijak. beruntung saya punya teman seperti ini.

oke intinya adalah apapun yang kita pilih nanti tetap belajar menjadi orang tua yang baik. perbanyak baca buku dari sekarang karena membangun sebuah keluarga bukan hanya sebatas cinta tapi dibelakangnnya ada embel embel yang banyak sekali yang harus dipertanggng jawabkan baik di dunia atau diakhirat. semoga postingan saya kali ini gak sekedar tulisan belaka tanpa praktek tapi bisa jadi penyemangat buat saya dan yang membacanya untuk menjadi orang tua yang hebat yang dapat mencetak anak-anak yang luar biasa. :)

Senin, 01 September 2014

Hai Kenangan

Hai kenangan.. mengapa akhir-akhir ini kau bergelayut manja mengulang rindu?
semua sudah menjadi titik. mana lagi yang ingin kau ulang?
semuanya? ahh semua sudah jadi abu
perlukah aku memungut abu abu itu? mengumpulkannya kembali menjadi utuh?
nyatanya aku tidak bisa, bahkan waktupun tidak bisa membantu

hai kenangan.. kenapa kau memaksaku memeluk erat mu?
sudahlah.. pikiranku sudah lumpuh layu. lelah dengan harapanmu
beri aku waktu untuk tenang dan menerima yang nyata
ada yang lebih penting dari kenangan, masa depan

jangan lagi bawa-bawa rindu,sedih, dan kawan kawannya
sekarang kau hanya harus duduk manis
sekali-sekali aku akan menengokmu tapi tidak melulu
terimalah. kau hanya kenangan. tidak akan terulang.

Saat Diam Tak Lagi Bermakna

saat diam tak lagi bermakna..
mungkin semua sudah terburai habis
tergantung manis oleh masa lalu
tapi tetap menantang waktu yang berlari terus

saat diam tak lagi bermakna..
mungkin sudah habis yang dimiliki
apa lagi yang ingin dipancarkan?
waktumu hangus!

saat diam tak lagi bermakna..
jangan paksa lagi hatimu
pergilah ikuti waktu
semua sudah berakhir

Jumat, 29 Agustus 2014

Nganggur

oh mengapa begini rasanya pengangguran?? -.-
mulai tanggal 1 Juli 2014, setelah yudisium, status gue berubah menjadi bidan dengan gelar Am.Keb. alhamdulillah lulus secara akademik tapiii berdasarkan keputusan kemendikbud tentang penyelenggaraan uji kompetensi yang secara garis besar menyatakan bahwa UJI KOMPETENSI TIDAK DIJADIKAN EXIT EXAM. serentak suara yang berisikan kurang lebih 300 anak kebidanan dan keperawatan itu menggeleggar. sebenernya enggak sih semuanya diem. mungkin masih bingung.

belum selesai sampai disitu. ada pernyataan lain yang mengatakan bahwa untuk bekerja dalam lingkup kesehatan maka para lulusan yang sudah dinyatakan lulus akademik harus memilikki STR dan jalan mendapatkan STR adalah dengan mengikuti uji kompetensi. kabar ini membuat gue tak berdaya. bagaimana tidaaak? artinya untuk bisa bekerja diinstansi negri seperti jadi CPNS, kerja di puskesmas, RSUD, atau rumah sakit besar biasanya minta STR. Sedangkan Uji Kompetensi ada bulan September. katanya... masih wacana.

setelah pemberitaan itu, gue mikir keras. selama tiga bulan pengangguran gue mau ngapain aja inii. akhirnya kemarin pas bulan puasa gue dan kesembilan anak rajin yang lain memutuskan magang di RSUD tangerang. ya beginilah hidup. berkorban demi masa depan. merelakan diri ditinggal sanak saudara pulang kampung dan lebaran di kosan. gue sih enggak karena rumah gue di tangerang tapi yang lain nasibnya menyedihkan seperti yang gue bilang tadi. satu bulan, ya lumayan ngisi kekosongan sambil ngelatih skill. 

setelah magang itu gue bingung mau ngapain lagi. katanya ada pengayaan rutin selama dua minggu dan try out uji kompetensi tapi nyatanya. hanya PHP dosen lah yang kami dapat. 2 hari tangerang-bekasi-tangerang dan ternyata dosennya gak bisaa saudara saudara. bagaimana rasanya? pedih, pilu sakit hati kayak di PHPin mantan. *seketika galau* ditambah lagi ternyata uji kompetensi diundur sampe november. Aaarrgghhhhh


sekarang rutinitas gue cuma bangun tidur, makan, nyapu, ngepel, tidur lagi, dan tak lupa gosok gigi. sesekali ya nonton drama korea, baca novel, baca pelajaran kalau otak lagi nyambung, main komputer, kepoin orang, ke gramed (numpang baca gak beli), main sama temen, atau ngeblog kayak yang gue lakukan sekarang. ngeblog ngehibur gue banget di waktu yang sangat kosong ini. otak gue jadi terus bekerja buat nulis dan gue bisa meluapkan emosi gue yang sedang gundah gulana ini disini. *jadi curhat*

disaat begini gue harus terus menyibukkan diri biar gak timbul pikiran-pikiran aneh lagi. untungnya gue punya temen-temen setia yang menemani. kayak icong temen gue dari orok sampe sekarang selalu ada buat kue. temen SMP gue yang minggu kemarin abis curhat abis-abisan semua sampe nangis-nangis. temen curhat SMA gue rina yang selalu tegas ngasi saran ke gue. Temen kuliah gue anak-anak pisman yang selalu jadi reminder gue. temen-temen kuliah gue yang selalu setia menampung keluh kesah gue walaupun sekarang mereka sudah nan jauh dimato.

yaa mereka penghibur gue banget disaat kayak gini. sebelum menyadari ada mereka-merea temen gue yang setia, gue frustasi banget udah gak ada kegiatan, pengangguran, ditambah masalah itu. sampai-sampai gue pengen kerja jadi apa aja itu mau jadi OB kek kasir atau kerja di Bank yang penting ada kerjaan gak nganggur. malah gue sampe ngotot mau ikutan relawan sana sini. niatnya mau pengabdian tapi gak berpenghasilan nanti malah nyusahin orang tua. sekarang aja malu kemana-mana malu kalau minta duit mulu. udah punya gelar tapi gak bisa menghidupi diri sendiri.

ternyata gak enak banget ya pengangguran gini gak ada kerjaan. rasanya hidup hampa. mau pergi kemana-mana juga gak enak ngabisin uang orang tua. dulu pas masih kuliah lagi sibuk-sibuknya ngeluh capek kurang tidur dan keluhan lainnya. sekarang udah dikasi waktu nganggur panjang bisa tidur sebanyak-banyaknya malah gak betah. ahh dasar manusia gak pernah bersyukur. -,-

sekarang harusnya bersyukur dalam situasi apapun sa T.T9. mumpung masih nganggur bisa perbanyak bantu oang tua. bisa ngerjain hal-hal yang dulu pas kuliah gak bisa dilakukan sampeeeee bosen. tapi kangen juga sama rutinitas kuliah dulu. sekarang jadi pengen kuliah lagi. dulu menggebu-gebu banget pengen lanjut kuliah langsung pas lulus. eh sekarang semua tekad itu sirna.. kondisi keuangan rumah tangga memaksa aku untuk bekerja. -,- ya gapapalah.. tahun depan masih bisa nyoba.

hari ini dan seterusnya ayooo terus bersemangat dan tetap bersyukur :)